Lewat Program Pengembangan Olahraga, Ademos Dorong Pembinaan Atlet Muda dan Penguatan Ekosistem Olahraga di Bojonegoro
- Ademos Indonesia
- 18 Jul
- 2 menit membaca
Bojonegoro – Pengembangan olahraga tidak hanya berbicara tentang pertandingan dan prestasi di lapangan. Lebih dari itu, pembinaan olahraga membutuhkan sistem, kolaborasi, serta peningkatan kapasitas para pelaku olahraga secara berkelanjutan.
Semangat tersebut menjadi dasar pelaksanaan Program Pengembangan Olahraga yang dilaksanakan melalui kolaborasi Ademos dan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dengan dukungan ekosistem pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Bojonegoro. Program ini dirancang untuk memperkuat pembinaan olahraga pelajar sekaligus membangun ekosistem olahraga yang lebih terstruktur, inklusif, dan berkelanjutan.
Program yang mencakup cabang olahraga sepak bola, bulu tangkis, dan bola voli ini melibatkan lebih dari 600 peserta dari jenjang SD hingga SMA di Bojonegoro dan wilayah sekitarnya. Melalui pendekatan pembinaan berjenjang, peserta tidak hanya mendapatkan ruang untuk berlatih, tetapi juga memperoleh pengalaman kompetisi, peningkatan kapasitas, dan kesempatan berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan olahraga.
“Program Pengembangan Olahraga ini kami rancang tidak hanya untuk menghadirkan kompetisi, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan olahraga yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan ruang untuk berkembang, baik dari sisi kemampuan teknis, mental bertanding, maupun karakter. Karena itu, program ini juga difasilitasi dengan coaching clinic, peningkatan kapasitas pelatih, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan olahraga,” ujar Royan Muhamad Nur, Manajer Program.
Salah satu fokus utama program adalah pembinaan sepak bola melalui turnamen dan kompetisi olahraga. Kompetisi menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan teknis, membangun mental bertanding, serta belajar tentang sportivitas dan kerja sama tim.
Di usia 10, ada Festival Sepak Bola (FESBORO) 2026 U-10, yang dilaksanakan pada 4 - 5 Juli 2026 di Stadion Mini Dolokgede, diikuti oleh 17 tim atau SSB dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di usia 12 tahun, ada kompetisi sepak bola Bojonegoro Premier League (BPL) U-12 2026, diikuti oleh 12 tim atau SSB dari kawasan Bojonegoro. Kemudian di usia 17 tahun, ada Bojonegoro Premier League (BPL) U17 2026, melibatkan 11 tim atau SSB dari kawasan Bojonegoro.
Bagi pelatih, kehadiran kompetisi menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembinaan. Siswoyo, Pelatih SSB Ngasem Raya, sebagai peserta dari FESBORO, BPL U12 dan U17, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan sekaligus terus berkembang.
“Kami sangat terfasilitasi dengan adanya program seperti ini. Anak-anak mendapatkan kesempatan bermain dan bertanding secara rutin, sehingga mereka bisa mengukur kemampuan dan belajar dari setiap pertandingan. Bagi kami sebagai pelatih, kompetisi dan kegiatan pembinaan seperti ini juga menjadi ruang untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas latihan anak-anak, di masing-masing kelompok usia” ujar Siswoyo.
Selain kompetisi, program ini juga menghadirkan Coaching Clinic sebagai ruang peningkatan kapasitas bagi atlet, pelatih, dan pembina olahraga. Materi pembinaan diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai teknik, strategi, serta metode pembinaan olahraga yang lebih baik.
Di cabang olahraga bulu tangkis, difasilitasi dengan kompetisi Liga Bintang 2026, yang diikuti oleh atlet putra dan putri dari 4 klub PB dari Kabupaten Bojonegoro. Di cabang olahraga Voli, dilaksanakan kompetisi VOLIGA 2026, diikuti oleh atlet puluhan atlet putra dan putri dari 4 klub voli dari kabupaten Bojonegoro.
Selain itu, penguatan kapasitas pelatih juga dilakukan melalui Pelatihan Pelatih Bola Voli Berlisensi PBVSI. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pembinaan olahraga dari tingkat paling dasar. Dengan meningkatnya kapasitas dan profesionalisme pelatih, diharapkan proses pembinaan atlet di sekolah maupun klub dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Komentar